Kamis, 15 Desember 2011

MASA PROKLAMASI HINGGA DEMOKRASI TERPIMPIN

Indonesia merupakan negara yang dapat merdeka dengan mandiri. Ditandai dari upacara pembacaan proklamasi pada tanggal 17 Agustus 1945. Kemerdekaan ini tentunya menjadi suatu kebanggan tersendiri bagi rakyat Indonesia pada waktu itu. Dampak kemerdekaan ini juga dirasakan hingga saat ini. Semangat untuk bangkit keterpurukan dapat kita rasakan.
Kemerdekaan dapat diraih dengan berbagai upaya-upaya yang dilakukan sebelum proklamasi di proklamirkan. Pembentukan badan kepanitian persiapan kemerdekaan seperti BPUPKI dan PPKI merupakan salah satu upaya Indonesia untuk segera lepas dari belenggu Jepang. Berbagai sidang-sidang dilaksanakan selama persiapan diantaranya untuk membahas pilar-pilar dasar suatu Negara yang merdeka seperti Dasar Negara dan aturan tertulis atau Undang-Undang Dasar. Awalanyakemerdekaan ini akan diberikan oleh Jepang namun keadaan berkata lain ketika Jepang diserang oleh sekutu yakni penjatuhan Bom Atom di Hiroshima dan Nagasaki. Sehingga Indonesia memanfaatkan keadaan ini untuk merdeka tanpa pemberian Jepang melainkan secara mandiri. Perbedaan pendapat antara Beberapa kaum seperti Golongan Soekarno dan Golongan Suta Sjahrir menjadi suatu peristiwan penting sebelum Proklamasi. Soekarno lebih mnginginkan Jepang yang member kemerdekaan sedangkan Sutan Sjahrir ingin merdeka secepatnya tanpa bantuan Orang lain. Akibat ini terjadi peristiwa Rengasdengklok pada tanggal 15 Agustus 1945 yang merupakan kasus dibawanya Soekarno dan golongannya oleh golongan Sutan Sjahrir ke Rengasdengklok untuk menentukan hari proklamasi.


Setelah dirundingkan sedemikian rupa akhinya tersepakati bersama teks proklamasi yang akan diproklamrkan pada tanggal 17 Agustus 1945 Jam 10.00 dui Rumah Ir. Soekarno, di jalan Pegangsaan Timur no. 56. Jakarta. Dihadiri oleh masyarakat Indonesia dan orang-orang penting yang berperan dalam kemerdekaan Indonesia. Di proklamasikan oleh Ir. Soekarno dan ditandatangani oleh wakil bangasa Ir. Soekarno dan Moh. Hatta. Pemerintah segera menyelesaikan urusan kenegaraan seperti pembentukan cabinet, pembentukan organisasi Negara yang terlibat dalam suatu Negara, serta pembagian wilayah Negara Indonesia.
Kemerdekaan diraih bukanlah akhir dari perjuangan. Pemerintah dan masyarakat terus berupaya untuk mendapatkan berbagai dukungan di tingkat nasional maupun internasional. Upaya tersebut tidak sia-sia karena ternyata banyak yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Diantaranya pengakuan pengakuan secara de facto oleh Negara Mesir. Selain itu dukungan masyarakat juga turut mendukung perjuangan pemerintah. Berbagai perlawanan tehadap kedatangan Bangsa Belanda yang hendak merebut Indonesia kembali terus dilakukan diseluruh pelosok Indonesia. Berbagai perundingan juga telah dilakukan oleh pemerintah Indonesia untuk mempertahankan Indonesia.
Belanda ingin merebut Indonesia kembali karena Kekalahan Jepang tehadap sekutu, Namun Indonesia tetap beranggapan bahwa kemerdekaan itu bukan pemberian Jepang melainkan suatu usaha sendiri sehingga tetap bersihkukuh untuk mempertahankan wilayah-wilayah di Indonesia. Namun beberapa kali Indonesia melakukan upaya sempat mengalami kendala karena adanya kecurangan dari pihak Belanda. Sehingga sempat menyebabkan suatu Agresi yakni Agresi Militer I dan II. Namun akhirnya dapat terselesaikan dengan baik karena Indonesia menyerahkan kasus ini ke Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), dan hanya meninggalkan satu permasalahn yakni Pengembalian Irian Barat karena Belanda beralasan akan dikembalikan satu tahun setelah perundingan KMB yang merupakan perundingan final dari permasalahan Indonesia.
Indonesia menganut system Demokrasi Liberal. Segera Indonesai bangun dari keterpurukan dengan system ini. Pembentukan cabinet yang berganti-ganti bukanlah suatu penyelesaian, namun merupakan suatu permasalahan Negara. Hal ini dikarenakan permasalahan intern yang terjadi di dalam Negara. Dampaknya Indonesia tidak dapat berkembang secara pesat dan membuat suatu pernyataan yakni Dekrit Presiden pada tanggal 5 Juli 1959 dimana Presiden Soekarno menegaskan system Negara akan diganti dengan Demokrasi Terpimpin dan pembubaran cabinet yang lama diganti dengan cabinet Gotong Royong. Selain itu pembentukan Dewan Nasional yang anggotanya terdiri dari golongan fungsional dalam masyarakat. Isi dekrit tersebut diantaranya Pembubaran dewan konstituante karena dinilai tidak dapat menyelesaikan tugasnya untuk membuat Undang Undang Dasar dengan baik, berlakuknya UUD 1945, serta pembentukan MPRS dan DPAS.
Selama masa proklamasi hingga Demokrasi terpimpin, banyak terjadi permasalahan yang harus dihadapi Indonesia. Namun terbukti Indonesia adalah Negara yang kokoh dan kuat, mampu menghadapi segala permasalahan selama masa itu. Disamping itu Indonesia merupakan Negara yang memiliki kedaulatan yang kuat serta tujuan luhur yang sama untuk kesejahteraan Indonesia.

0 komentar:

Posting Komentar

Jika ada tanggapan, silahkan ditulis ya kawan

hit counter
hit counter
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes by Yhudha | SharePoint Demo