Senin, 02 Januari 2012

(Harapan) Resolusi Besar di Tahun 2012 untuk Perguruan Tinggi di Indonesia




Setelah mengenyam bangku Pendidikan SMA, mayoritas para pelajar akan meneruskan ke tingkat yang lebih tinggi, yakni Perguruan Tinggi. Termasuk saya, yang saat ini sedang duduk di bangku kelas XII di salah satu SMA Negeri di Jawa Timur. Di Indonesia, berbagai macam perguruan tinggi tersebar hampir disetiap pulau dan puluhan ribu mahasiswa sedang dan telah mengenyam pendidikan disana. Namun, bagaimanakah dengan kinerja serta kualitas yang dapat diwujudkan dan dapat dirasakan?


Sebelum kita mengupas lebih lanjut potret perguruan tinggi di Indonesia, mari kita melihat ke Negara dari belahan bumi yang lain. Seperti contoh, di Benua Amerika. Setelah saya browsing di Internet mengenai informasi perguruan tinggi, ternyata setiap perguruan tinggi disana memiliki prinsip yang sama, yakni menjadikan siswa yang tidak bisa menjadi bisa, tentunya mereka yang bekerja sebagai tenaga pengajar melakukannya dengan penuh kesadaran serta tanggun jawab. Kedekatan pengajar dengan siswa sangat dekat, sehingga pengajar juga dapat berperan sebagai orang tua, dengan harapan siswa dapat belajar dengan lebih nyaman dan paham dengan apa yang diajarkan. Jika terdapat siswa yang dapat kita katakan tidak bisa atau gagal dalam menempuh suatu ujian, maka siswa tidak dapat dikatakan bodoh atau bersalah, karena mereka di benua Amerika menganggap bahwa, kita bersekolah untuk bisa dan pintar, bukan untuk bodoh atau gagal. Sehingga pengajar benar-benar dituntut bisa sukses mengajarkan siswa untuk paham dengan apa yang dipelajari. Jika pengajar gagal, maka mereka siap untuk berhenti atau diberhentikan. Sungguh suatu etos kerja yang sungguh-sungguh. Selain itu, pengajar juga selalu memberikan waktu luang untuk siswa didiknya untuk belajar di luar jam atau dalam jam kuliah.
Berbeda sekali dengan realita yang ada di Indonesia, semua yang berlaku di Indonesia adalah kebalikan yang berlaku di Amerika. Pengajar tidak sepenuhnya bahkan hampir tidak ada tanggung jawab untuk mencerdaskan siswa. Dosen (istilah pengajar di Indonesia) seakan seperti artis, yang harus dikejar-kejar siswanya untuk mendapatkan pengajaran, seakan seperti jual mahal meskipun realitanya tidak seperti itu. Alasan para dosen sebagian besar adalah banyaknya pemenuhan tugas lain yang juga tidak dapat ditinggalkan. Siswa yang tidak bisa ujung-ujungnya akan berakhir kepada D.O. (drop Out).
Entah sistem atau pelaksanaan yang harus dibenahi, yang terpenting dibutuhkan partisipasi aktif bersama seluruh elemen masyarakat serta pemerintah agar setiap kebijakan yang diambil dapat demokratis, mudah untuk dicerna serta diterima oleh masyarakat luas.
Dari permasalahan tersebut, sempat terlintas pikiran saya, mengapa tidak pemerintah untuk membuat suatu pembenahan atau pengembangan sistem. Jika saat ini siswa harus datang ke perguruan tinggi untuk mendapat pengajaran sedangkan dosen saat itu sedang berhalangan, dan sistem tidak dapat diubah, daripada membuang waktu dan jarak yang jauh, tidakkah sebaiknya diberlakukan pembelajaran secara online? Melalui bantuan teknologi koneksi internet, siswa tidak hanya mendapat materi pembelajaran secara online dan serempak, namun juga dapat melihat jadwal setiap dosen setiap harinya yang tentunya selalu Update, sehingga sekalipun dosen mendadak tidak bisa, siswa dapat mengetahuai dengan mudah dan cepat (segera). Memang sangat dibutuhkan banyak piranti teknologi mungkin seperti laptop dan koneksi internet tiap siswa. Namun sebagian besar, survey menunjukkan hampir semua siswa yang mengenyam pendidikan memiliki alat komunikasi yang canggih (handphone) sehingga tidak ada alas an untuk tidak bisa mengakses informasi jadwal kuliah. Jikalau memang tidak bisa, bukankah sekarang setiap perguruan tinggi juga memiliki fasilitas computer dan koneksi internet yang baik dan layak? Terdengar seperti ide yang terlalu fulgar atau mengada-ada. Namun, teknologi semakin canggih. Tinggal kita bagaiman untuk membulatkan tekad untuk mau berbenah. Serta meningkatkan etos pengajar dan siswa untuk mau sama-sama membangun bangsa ini menjadi bangsa yang berkarakter, berbudi pekerti luhur dan beradab.
Sekian pem ikiran yang saya harapkan bisa menjadi suatu resolusi besar di tahun 2012 ini. Sekalipun tidak dapat terwujud namun setidaknya dapat dijadikan suatu renungan bagi kita semua sebagai bahan instropeksi diri , agar kelak kedepannya kita semakin baik dan lebih baik lagi. Semua butuh proses, namun berhati-hatilan dan sebijak mungkin dalam mengambil keputusan. Khusus untuk kalian yang akan menghadapi Ujian Nasional dan SNMPTN 2012, mari kita bersama membangun etos belajar yang bertanggung jawab, adil dan sejahtera. Agar apa yang kelak kita inginkan dapat segera kita raih.



14 komentar:

shandy munanjar mengatakan...

aku slalu mendukung mu kawand berjuanglah lanjutkan?

salam kenal mampir ya ke blogger ku?
http://theanjaras.blogspot.com/

Unknown mengatakan...

Okayy... aku juga selalu mendukungmuuuu... hahahaa...
thanks a lot kunjungannya....

shandy munanjar mengatakan...

ya sama" kita kan sahabat harus saling mensuport satu sama lain ya ga preend?

Unknown mengatakan...

seepp betuulll... :D setuju....

boni doris mengatakan...

setidaknya gue udah kuliah,#pamer, hehehehe

Gilang Gemilang mengatakan...

It's very cool I like it

Unknown mengatakan...

Makasihhh my Om StarlightFantasy.... :* :* :* :*

aldo p mengatakan...

good job my bro! moga lo bisa terus berkrya! w tunggu lo di jkrta!

rendy afrian mengatakan...

Semoga reslsi u dpt djlnkan. semgat kawan terus berkarya.

Dae's Blog mengatakan...

resolusinya bagus , penjabarannya lumayan
keep writing ya :D
Kunjung balik ya ke My Blog

Unknown mengatakan...

Thanks a lot kawan. :)

HENNY WULAN A. mengatakan...

wah,,, bener2,,,, bener bget.
semoga sistem penddkan bisa difix kan kembali olh pmrntah kita. bagus banget idenya. jarg yng bahas bgini. 2 jempol!!! (y)(y)

Unknown mengatakan...

@mbak Heny : oii mbak! jelas donk beda... resoulsi ku ini kan sbnrnya masih hrpaann... ga musti aku yang ngelakuin.. ak cuman bertindak sebagai mahasiswa. (amin.) tentunya pihak univ dan pmrnth juga harus berbenahh.. :D

Ray Yudha mengatakan...

@infoinfo Ya.. semua serba internet... tetapi bgmnpun jangan terlalu terlena dengan internet... :D

Posting Komentar

Jika ada tanggapan, silahkan ditulis ya kawan

hit counter
hit counter
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes by Yhudha | SharePoint Demo